Menkeu: Konsumsi Jadi Lokomotif Pertumbuhan 5,3-5,9 Persen di 2023
“APBN tetap akan suportif tapi peranan dari non APBN jadi penting. Konsumsi, investasi, ekspor kenaikannya cukup tinggi dan juga yang berasal dari institusi keuangan seperti perbankan,” katanya.
Menurut Menkeu, saat ini likuiditas perbankan sangat memadai, tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp7.250 triliun dan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan To Deposit Ratio/LDR) yang hanya 77 persen.
Tingginya DPK dan rendahnya LDR tersebut menandakan ruang pembiayaan yang begitu besar dari perbankan, namun belum optimal untuk mendorong perekonomian nasional.
“Kedua, sumber pertumbuhan juga berasal dari pasar modal di mana nilai dari pasar saham dam obligasi. Pasar saham mencapai Rp7.232 triliun dan selama ini naik 3,77 persen, obligasi mencapai Rp4.718 triliun naik 9,65 persen,” ujar Sri Mulyani.
Sumber pendanaan dari pasar modal tersebut dapat menjadi sumber bagi pemulihan ekonomi.
“Perusahaan-perusahaan bisa melakukan IPO (penawaran saham perdana), rights issue (penerbitan saham baru) atau mengeluarkan obligasi. Ini karena investor domestik kita sudah 7,5 juta investor,” kata Menkeu.
