Menko PMK Tekankan Pentingnya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan
Alat antropometri, kata dia, bermanfaat untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran pertumbuhan balita guna deteksi dini kasus stunting.
“Kemenko PMK berharap dalam beberapa bulan ke depan semua puskesmas sudah 100 persen memiliki kelengkapan alat USG dan juga antropometri terstandar yang memadai,” katanya.
Dengan demikian, kata dia, diharapkan dapat mendukung upaya penurunan stunting sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami berharap ke depan fungsi alat USG dapat lebih dioptimalkan untuk ibu hamil, karena jika bisa diketahui berbagai permasalahan sejak dalam kandungan, maka upaya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih dini,” katanya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 turun menjadi 21,6 persen dari 24,4 persen pada 2021.
“Pemerintah menargetkan prevalensi stunting bisa turun menjadi 14 persen pada tahun 2024,” kata Muhadjir.
