MenkoMarves: Indonesia Punya 3.600 Gigawatt Energi Terbarukan
Krisis ini juga merugikan perekonomian global sebesar 23 triliun dolar AS pada 2050 dan dengan tiga buat kematian setiap tahunnya.
“Saat ini dunia termasuk Indonesia berada pada masa yang sangat penting dalam sejarah, ketika tindakan atau kelambanan kita akan menentukan kesejahteraan generasi mendatang,” ujar Luhut.
Menurut Luhut, untuk mengatasi krisis iklim tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama dari berbagai pihak untuk saling bergandengan tangan.
Lebih lanjut, setiap orang perlu mengambil tindakan dan bertindak untuk menyelamatkan masa depan bumi dari perubahan iklim. Namun, kolaborasi internasional dengan kecepatan dan skala yang besar semakin dibutuhkan saat ini.
