Meski Pendapatan Menyusut Tahun Lalu, Laba Bersih WEGE Tetap Lampaui Target RKAP
Beban pokok pendapatan susut 36,66 persen menjadi Rp 2,59 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,10 triliun.
Laba bruto WIKA Gedung merosot 54,41 persen dari Rp 465,17 miliar pada 2019 menjadi Rp 212,06 miliar pada 2020. Demikian mengutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/3/2021).
Beban usaha turun 10,83 persen menjadi Rp 63,29 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 70,98 miliar.
Pendapatan lainnya naik 40,30 persen dari Rp 62,96 miliar pada 2019 menjadi Rp 88,34 miliar pada 2020. Perseroan mencatat kenaikan beban keuangan menjadi Rp 32,49 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,39 miliar.
WIKA Gedung hingga Februari 2021 telah memperoleh raihan kontrak baru Rp 501,95 miliar.
Sementara, tahun 2021 target perolehan kontrak perusahaan sebesar Rp 4,22 triliun, sehingga WEGE telah memperoleh 11,88 persen kontrak dari target tahun ini.
“Kami optimis target kontrak baru 2021 sebesar Rp4,22 triliun dapat tercapai, dengan implementasi langkah-langkah strategis baik dari sisi pengembangan usaha, pemasaran, operasional, dan keuangan,” kata Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo dalam keterangan resmi, Senin (15/3/2021).
