NPK Phonska Plus, Inovasi Petrokimia Gresik untuk Pertanian Melati
BUMNINC.COM | Anak Usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) (PIHC), yakni PT Petrokimia Gresik kembangkan pertanian tanaman bunga melati, dengan menciptakan produk inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas budidaya melati, yaitu NPK Phonska Plus.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan budidaya melati sebagai ceruk pasar yang sangat potensial untuk digarap.
Berdasarkan data yang pernah dirilis Badan Karantina Pertanian, ekspor melati dari Provinsi Jawa Tengah selama satu semester sebelum pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 200,55 miliar.
Komoditas ini dikirim ke beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Arab Saudi untuk kebutuhan sembahyang atau campuran dalam minuman karena memiliki aroma yang baik untuk penyegar.
Sementara itu kabupaten Tegal mampu menghasilkan 3.201 ton melati per bulan. Sebanyak 110 ton dari jumlah tersebut mengisi pasar ekspor.
Seperti diketahui Kabupaten Tegal memiliki 38 ribu hektar lahan pertanian. Sekitar 82 persen diantaranya diairi dengan sistem irigasi. Inilah yang menjadikan Tegal sebagai lumbung padi nasional.
Menurut Dwi, potensi ini adalah tantangan bagi Petrokimia Gresik, dimana lahan pertanian yang bagus ini semakin ditingkatkan produktivitasnya.
Dwi mengungkap, saat ini Petrokimi Gresik telah menggelar panen tanaman bunga melati pada lahan demonstration plot (demplot) aplikasi pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus seluas 150 hektar di Tegal, Jawa Tengah.


