Obligasi Lanjutan II Pupuk Indonesia Senilai Rp 2,5 Triliun Peringkat AAA
Menurut perkiraan Fitch, free cash flow Pupuk Indonesia akan tertekan sejalan dengan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang akan mencapai nilai tertingginya pada 2022 dan 2023 sebesar Rp 10 triliun.
Capex ini akan dibiayai oleh pinjaman sehingga akan berdampak pada net debt/EBITDA naik ke atas 3,5x pada tahun tersebut.
“Kami mengestimasi pertumbuhan pendapatan membaik ke 2%-3% di jangka menengah, yang didukung oleh pertumbuhan volume pupuk non-subsidi yang sedang setelah penjualan yang stagnan di 2020 karena pandemi,” tulis Fitch.
Selain itu, diperkirakan volume penjualan tahun ini akan meningkat sejalan dengan alokasi pupuk subsidi tahun ini namun diperkirakan kenaikan ini tidak akan berdampak signifikan pada kinerja perusahaan.[]




