Pameran Trade Expo Indonesia Secara Virtual Disambut Antusias
Menurut Mendag Agus, penyelenggaraan TEI-VE diharapkan dapat mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) mengembangkan jejaring bisnis dan investasi. “TEI-VE Ke-35 ini merupakan ajang pengembangan jejaring bisnis dan investasi bagi UKM. Para pelaku usaha dan UKM dapat menyajikan dan mempromosikan produk berkualitas buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global,” ujar Mendag.
Agus mengungkapkan fokus utama TEI-VE adalah transaksi bisnis ke bisnis (b to b) yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Hal itu dilakukan guna meningkatkan ekspor Indonesia.
“Meskipun platform ini diinisiasi Kementerian Perdagangan, tetapi TEI-VE mengedepankan skema dari, oleh, dan untuk pelaku usaha. Para pelaku usaha secara aktif juga melakukan promosi mulai dari memilih stan virtual, mengunggah konten promosi, dan berinteraksi dengan para buyers internasional,” tutur Mendag.
Ia mengatakan seluruh pembiayaan pembuatan platform digital ini tidak menggunakan anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN), tetapi berasal dari para pelaku usaha yang terlibat mengikuti TEI-VE.
Agus menjelaskan desain TEI-VE dibangun berbasis web dengan menggunakan game-play standard platform, yaitu tampilan rangkaian gambar tiga dimensi dengan fitur-fitur interaktif layaknya bermain gim interaktif.
TEI-VE Ke-35 juga mengadopsi infrastruktur gedung pameran Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) agar para buyers dan pengunjung mendapatkan pengalaman seperti layaknya mengunjungi TEI di ICE BSD.
