PBNU apresiasi pembangunan Tol Trans Sumatera hingga capai 1.900 Km
Menurutnya, sejak awal menjabat sebagai Presiden di periode pertama, Jokowi telah menetapkan konektivitas antarwilayah sebagai prioritas utama pembangunan.
Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu proyek ambisius yang diprediksi menjadi salah satu pemicu pemerataan ekonomi di pulau Sumatera. Selain itu, Jokowi juga menargetkan episentrum wisata lokal baru seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai kawasan, katanya.
“Seperti wilayah Segitiga Emas Sumatera, yakni Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo, atau dikenal dengan sebutan Mebidangro. Kawasan Metropolitan Medan atau Medan Raya ini telah ditahbiskan sebagai urat nadi perekonomian Indonesia bagian barat lewat peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2011,” ujarnya.
Dampak positif pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera terhadap potensi pariwisata di sekitar kawasan tersebut antara lain munculnya Kampung Basilam di wilayah Langkat Sumatera Utara, katanya.
Kampung Basilam ramai dikunjungi ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, setiap tahun karena ada makam Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an-Naqryabandi atau disebut juga sebagai Tuan Guru Babussalam, seorang guru dari tarekat Naqsyabandiyah.
“Akses yang semakin mudah lewat Jalan Tol Binjai-Stabat akan meningkatkan minat wisatawan religi berkunjung ke Langkat,” ungkapnya.
