Pemerintah Belum Pastikan Penyelenggaraan Haji, Garuda Indonesia Tetap Bersiap Diri
Sementara itu, maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia tetap bersiap mengantisipasi adanya potensi penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. “Kami selalu siap-siap dan antisipasi semua kemungkinan. Tentunya dampaknya akan positif dan signifikan bagi Garuda. Apalagi tahun lalu kan dibatalkan,” tegas Irfan pada Senin (15/3/2021).
Apalagi, menurut Irfan, pergerakan lalu lintas internasional Garuda Indonesia turun akibat pandemi COVID-19. Padahal, tahun 2019, kontribusi pendapatan dari haji mencapai 10 persen bagi perseroan.
Irfan menjelaskan, pada 2019, Garuda dan anak perusahaannya mengangkut 111.071 jemaah haji Indonesia. Seluruh jemaah itu diterbangkan menggunakan 14 pesawat secara bertahap.
Maklum saja, penyelenggaraan haji dan umroh secara tradisi menjadi salah satu periode tersibuk dalam setahun bagi Garuda. Setidaknya dalam setahun ada lima periode tersibuk.
