Pemerintah Fokuskan Industri Mobil Listrik untuk Capai Target Investasi
Paparan Yuliot, mengenai industri mobil listrik, telah dipryeksikan ketersediaan bahan baku industri mobil listrik tersebar di beberapa daerah. Misalnya, untuk supply baja berasal dari Cilegon Banten, lalu nikel dan produk turunannya sudah dikembangkan di Sulawesi dan Maluku Utara.
Hal ini dilakukan untuk menarik minat investor asing lantaran bisa menghemat biaya impor bahan baku. Adapun, kemudahan berusaha khususnya dalam hal regulasi akan lebih efisien dengan implementasi aturan turunan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Dikabarkan, sudah ada beberapa perusahaan yang siap berinvestasi pada sektor industri mobil linstrik. Misalnya saja, Hyundai Motor yang meralisasikan investasinya sebesar US$ 1,55 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 21 triliun.
Adapun, milai investasi itu akan dikerjakan melalui dua tahap. Pada fase pertama, periode 2019-2021 Hyundai Motor sudah membangun pabrik pembuatan mobil yang berlokasi di Jawa Barat dan akan mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.
Pada fase kedua, periode 2022-2030 Hyundai Motor akan fokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, pusat penelitian dan pengembangan (R&D center), serta pusat pelatihan. Hyundai Motor juga berkomitmen akan menambah kapasitas ekspor hingga 70% dari total produksi.
