Pemerintah Fokuskan Industri Mobil Listrik untuk Capai Target Investasi
BUMNINC.COM | Guna mengejar target investasi pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, diperlukan investasi pada sektor yang membawa modal besar.
Sejauh ini, pemerintah membidik investasi pada bidang industri mobil listrik yang dianggap akan memberikan nilai investasi yang tinggi.
Hal itu diungkapkan Deputi Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot. Ia mengatakan, untuk mencapai target investasi yang akan membawa modal besar harus masuk ke dalam negeri.
“Industri mobil listrik ini dari hulu ke hilir, sehingga menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Ya cukup mendukung karena sumber bahan baku pemenuhan industri ini kita punya dari sisi permesinan, baterai, hingga bahan mobil,” terang Yuliot dikutip dari Kontan.co.id, pada Kamis (14/1/2021).
Industri mobil listrik tengah digadang-gadang akan membawa nilai investasi yang cukup besar ke Indonesia. Sehingga diharapkan bisa menopang realisasi penanaman modal dimulai pada tahun ini.
Outlook investasi BKPM, pada periode ini, menargetkan nilai investasi selama lima tahun mencapai Rp 4.983,2 triliun. Dengan kenaikan 47,3 persen dari realisasi lima tahun sebelumnya sebesar Rp 3.391,9 triliun.
Pada 2020, BKPM memproyeksikan investasi yang terkumpul mencapai Rp 817,2 triliun. Kemudian pada 2021 naik 4,8 persen menjadi Rp 858,5 triliun. Selanjutnya di 2022 sebesar Rp 968,4 triliun, 2023 senilai Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 sejumlah Rp 1.239,3 triliun.
