Peneliti Indef Jelaskan Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi
Bicara soal pemulihan ekonomi, Bhima membeberkan ada tiga sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan ditengah pandemi, yaitu informasi dan komunikasi 10.58%, jasa keuangan dan asuransi 3.25%, dan pertanian sebesar 1.75%. Dengan demikian ketiga sektor ini dapat dioptimalkan dengan baik, terutama perpaduan antara informasi dan komunikasi dengan jasa keuangan, yang mana kini dikenal sebagai financial technology atau fintech.
“Sekarang kalau kita melihat hanya 14% UMKM yang gabung ke platform digital, jadi sebenarnya 86% itu masih banyak yang melakukan transaksi secara fisik. Jadi ini momentum untuk UMKM yang mayoritas generasi X dan Boomer untuk menjalankan bisnis secara digital. Mereka mulai diajarin sama anaknya gimana caranya menggunakan smartphone yang baik, gimana bikin pinjaman di fintech tapi ke fintech yang responsible, fintech yang kredibel. Nah itu ke depan trennya kelihatannya, mau pandemi berlanjut atau pun selesai, kata Bappenas ini akan menjadi tren yang sifatnya permanen.” ujar Bhima.
Menanggapi perkataan Bhima, Aria Widyanto selaku Chief Risk and Sustainability Officer (CRSO) Amartha menyatakan bahwa tren ini adalah kesempatan untuk Amartha mendorong visi dan misinya untuk mewujudkan kesejahteraan merata di masyarakat piramida bawah.
“Ini adalah opportunity buat kita untuk membantu para mitra usaha agar mereka bisa bertransformasi ke digital karena mau tidak mau ini adalah sebuah keniscayaan bukan hanya masalah survival tetapi kedepannya kita memang harus bisa mengadopsi dan mengadaptasi platform digital.”
Di akhir diskusi, Bhima menambahkan, sebanyak 68,5% fintech hanya berkolaborasi dengan kurang dari 5 institusi keuangan. Perlu akomodasi regulasi yang mempercepat kolaborasi fintech dengan perusahaan non-fintech.[]




