Pengamat Sampaikan Peran Strategis Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas
BUMNINC.COM I Managing Partner BUMN Research Group Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan PT Jamkrindo sebagai industri penjaminan Tanah Air memiliki peran penting dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jamkrindo berperan membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini sulit menjangkau kredit perbankan.
Dia mengatakan kontribusi Jamkrindo dan industri penjaminan sangat vital mengingat dominasi UMKM dalam struktur ekonomi nasional. “Kalau lihat data statistik, kontribusi UMKM terhadap PDB hampir mendekati 60 persen, sementara dari sisi jumlah pelaku usahanya lebih dari 95 persen,” ujar Toto saat memberikan paparan dalam kegiatan Media Gathering yang diadakan PT Jamkrindo di Yogyakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.
Menurut dia, industri penjaminan hadir untuk menjembatani kesenjangan antara pelaku usaha kecil dengan lembaga keuangan formal. Banyak pelaku UMKM memiliki usaha yang layak secara bisnis (visible), tetapi belum memenuhi aspek administratif dan kelayakan bank (makeable).
“Di situlah pentingnya Jamkrindo, karena penjaminan memungkinkan mereka mendapatkan akses pembiayaan yang sebelumnya tertutup,” kata Toto.
Namun, Toto menekankan, fungsi penjaminan tidak boleh berhenti pada pemberian akses pembiayaan semata. Ke depan, Jamkrindo dan industri penjaminan diharapkan juga berperan dalam mendorong UMKM naik kelas. Dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas manajerial mitra binaan.
“Industri penjaminan juga perlu berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas para pelaku usaha agar mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.
Toto mencontohkan praktik terbaik di luar negeri, seperti Korea Credit Guarantee Fund (KODIT) di Korea Selatan. Lembaga penjaminan tersebut tidak menargetkan keuntungan finansial semata, melainkan difokuskan untuk mencetak sebanyak mungkin usaha kecil yang naik kelas dan mampu menembus pasar regional maupun internasional. “KODIT setiap tahun diberi target bukan soal profit, tapi berapa banyak usaha kecil yang bisa mereka bantu tumbuh,” ujar Toto.
Dengan mengadopsi model serupa, Toto menilai Jamkrindo dapat memperkuat perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia. “Mimpi besarnya adalah membantu UMKM agar terus naik kelas dan mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga global,” kata Toto.
