Pentingnya Fintech P2P Landing Bagi UMKM
BUMNINC.COM | Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) alias Smesco, Leonard Theosabrata mengatakan pelaku usaha mikro dan kecil perlu membuka wawasan bahwa layanan keuangan digital pada hakekatnya adalah upaya mempermudah akses permodalan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pada era digital menurutnya, data pelaku usaha merupakan kebutuhan utama dalam memperoleh permodalan. Inilah kenapa pemerintah terus mempermudah para pelaku UMKM dalam memperoleh legalitas sebagai pelaku usaha.
“Inilah pentingnya untuk terus mengajak pelaku usaha mikro yang masih informal, menuju ke formal. Daftar sekarang pun mudah sekali, via online saja. Karena ini pijakan awal supaya mereka bisa membangun digital track record ke depan,” jelas Leonard dalam diskusi virtual bersama Crowdo, Selasa (23/2/2021).
Leonard menjelaskan bahwa upaya ini juga dimaksudkan demi menanggapi fenomena masih banyaknya UMKM yang merasa sulit mengakses layanan modal kerja lewat lembaga keuangan konvensional maupun berbasis teknologi (fintech).
Akhirnya, para pelaku ini biasanya mengandalkan pinjaman tunai atas nama pribadi, walaupun digunakan untuk menjalankan bisnis. Alhasil, biaya yang dikenakan pun jadi lebih besar
COO Crowdo Indonesia Nur Vitriani menjelaskan bahwa fenomena tersebut juga salah satu alasan kenapa pihaknya memberikan layanan manajemen transaksi secara gratis kepada pengguna.
Hal itu juga menegaskan posisi Crowdo lebih dari sekadar platform fintech pinjam-meminjam dana. Dia menjelaskan, Crowdo tidak hanya menawarkan pinjaman. Crowdo, adalah pemain fintech peer-to-peer (P2P) lending sektor produktif besutan PT Mediator Komunitas Indonesia.
