PLN Adakan Simulasi Pengamanan Pasokan Listrik KTT G20
Saat ini, sistem keandalan pembangkit PLN untuk mendukung KTT G20 di Bali mencapai 1.422 megawatt (MW). Jumlah tersebut berasal dari pembangkit listrik di Bali sebesar 952 MW, transfer listrik dari pembangkit di Jawa melalui transmisi bawah laut atau Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) sebesar 370 MW, dan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati sebesar 100 MW.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beberapa waktu lalu mengatakan beban puncak pada saat acara G20 diperkirakan 980 MW. Artinya, ada cadangan daya 442 MW.
Untuk memperkuat keandalan, PLN juga menyiapkan peralatan pendukung, seperti 102 unit uninterruptible power supply (UPS), 36 unit gardu bergerak (UGB), 29 unit kabel bergerak, dan 68 unit genset.
Disiapkan juga dua mobil deteksi, dua mobil pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) dan dua mobil inject, lima unit genset bergerak dan 29 peralatan juga 23 kendaraan operasional.
PLN mengerahkan 1.079 personel untuk menghadirkan pasokan listrik tanpa kedip saat pelaksanaan KTT G20.
Selain itu, PLN melakukan rekonfigurasi jalur saluran udaran tegangan tinggi (SUTT) 150 kilovolt (Kv), pemeliharaan rutin saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLT), penguatan SUTT dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton dan peningkatan sistem proteksi.
