PLN Butuh Rp15 Triliun Capai 100 Persen Rasio Elektrifikasi Desa
Angka tersebut diharapkan bisa terus meningkat menjadi 93,83 pada 2023 seiring dengan pengajuan PMN tahun depan sebesar Rp10 triliun. “Untuk tahun 2023, PLN mengajukan PMN sebesar Rp10 triliun,” katanya.
Darmawan menyebut dari total usulan anggaran PMN sebesar Rp10 triliun, perseroan akan mengalokasikan sebesar Rp1,74 triliun untuk pembangunan pembangkit, sebanyak Rp3,78 triliun untuk transmisi dan gardu induk, serta Rp4,48 triliun untuk distribusi dan listrik desa.
Pada 2022, PLN telah mendapat alokasi PMN sebesar Rp5 triliun yang telah sepenuhnya cair pada Oktober 2022 dan dialokasikan untuk membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat sebesar Rp0,23 triliun, pembangunan transmisi dan gardu induk di daerah-daerah terpencil sebesar Rp2,56 triliun dan penyambungan pelanggan untuk listrik berkeadilan dan mendukung pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas sebesar Rp2,21 triliun.
Alokasi PMN diklaim telah turut mendorong rasio elektrifikasi (RE) PLN yang pada 2021 mencapai 97,26 persen menjadi 97.49 persen hingga Oktober 2022. Angka tersebut diharapkan terus meningkat menjadi 97,53 persen pada Desember 2022 dan 97,81 persen pada 2023.
