PLN dan Grab kembangkan infrastruktur untuk kendaraan umum listrik
“Kami sudah membangun SPKLU dan SPBKLU yang ingin memfasilitasi pengisian listrik di luar rumah. Meski memang 85 persen pengisian di rumah. Di sini memang perlu kita mendukung infrastruktur pengisian (charging) maupun penukaran baterai seperti hari ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik,” ujar Doddy.
Doddy menjelaskan PLN membuka peluang bagi swasta untuk menjalin kemitraan dalam penyediaan SPKLU.
“Kami membuka peluang untuk kerjasama menyediakan SPKLU dan kami mendukung ekosistem kendaraan listrik dan partnership dengan pola kerjasama. Kami berharap ini sebagai model dan contoh kerjasama yang bisa di kembangkan ke depan,” tutur Doddy.
Menurut Doddy, penambahan dan perluasan pengoperasian SPKLU harus dilakukan agar pengendara kendaraan listrik tidak perlu khawatir baterai kendaraannya kehabisan energi listrik ketika melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan listrik.
Direktur PT Sepeda Untuk Indonesia, Iki Sari Dewi menambahkan kerja sama antara pihak pemerintah dan swasta merupakan salah satu kunci dalam percepatan alih teknologi menuju ekosistem kendaraan berbasis listrik di Indonesia yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif.
“Grab melalui komitmen #LangkahHijau terus berupaya menghadirkan solusi nyata, termasuk pengembangan konsep e-mobility di Indonesia bersama PLN. Kami menargetkan menghadirkan total 14.000 armada kendaraan listrik akhir tahun ini Sebagai upaya mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air,” ucapnya.
Grab disebutnya terus berupaya mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik. Sejak diluncurkan pada 2019, sudah ada 8.500 kendaraan listrik dengan dominasi pada kendaraan roda dua yang mengaspal di Indonesia, dengan jumlah tersebut Grab sudah membantu mengurangi emisi CO2 hingga 4.600 ton, setara dengan menanam 260.000 pohon.
Tak hanya berdampak positif pada lingkungan, kehadiran armada listrik juga membuka peluang baru bagi mitra pengemudi. Grab mengoperasikan armada kendaraan listrik dengan skema rental, dimana Grab membeli motor listrik dari produsen, kemudian menyewakannya per hari, dengan demikian mitra pengemudi dapat berhemat karena pemeliharaan motor ditanggung oleh Grab.
