PLN Suplai 260 MVA Untuk Smelter Nikel di Sulsel dan Sultra
CNGR juga telah memasuki rantai pasok untuk perusahaan kelas atas dunia termasuk Tesla, Samsung, hingga CATL (Contemporary Amprex Technology Co). Untuk itu CNGR ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan profesional seperti PLN untuk menopang suplai listrik dalam produksinya.
“Kami menyadari reputasi, baik PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia yang bisa menjangkau hingga pelosok. Kami ingin terus melanjutkan kerja sama ini dan berharap dapat menyelaraskan misi untuk mengabdikan diri pada pembangun negeri ini dan kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia,” ujar Dani.
Sementara itu, Direktur Utama PT Akar Mas Smelter Indonesia Muh Ichsan Sahabudin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan PLN. Khususnya untuk suplai daya sebesar 100 MVA yang akan diberikan untuk perusahaannya.
“Dukungan PLN ini sangat berarti untuk mengurangi RAB (Rancangan Anggaran Belanja) kami. Seharusnya kami membangun pembangkit sendiri dan kami tahu betapa besar biayanya untuk itu. Sehingga kami sangat bersyukur PLN bisa menyuplai industri yang membutuhkan pembangkit,” urai dia.
Dua perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji nikel tersebut menargetkan pabriknya siap beroperasi di tahun 2024. Oleh karena itu, PLN berkomitmen untuk dapat memasok listrik tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati.
Pada kesempatannya, General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid mengatakan siap melengkapi kebutuhan sektor industri, khususnya industri smelter, dengan memberikan produk dan layanan yang inovatif dan ramah lingkungan seperti sertifikat EBT atau Renewable Energy Certificate (REC).
Terlebih, saat ini bauran energi di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) sudah mencapai 36 persen di atas rata-rata target nasional.
“Saya sempat berdiskusi dengan CNGR dan ternyata berminat untuk membeli produk REC kami, dengan kondisi tersebut kami siap melayani kebutuhan listrik bagi para investor yang ingin berinvestasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat menggunakan energi bersih,” ujar Awaluddin.
