Proyek Baterai Listrik Segera Berjalan di Indonesia
Saat ini juga telah dibentuk Indonesia Battery Holding (IBH). Holding yang akan mengolah produk nikel dari hulu ke hilir hingga menjadi produk baterai kendaraan listrik ini merupakan gabungan dari beberapa BUMN, yaitu MIND ID, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero). Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.
Penggunaan mobil listrik secara global kini meningkat seiring rencana banyak negara untuk melarang penjualan mobil baru berbahan bakar fosil ke depan, dengan jadwal yang bervariasi. Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengatakan, Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA) sudah lama dinegosiasikan dan akhirnya ditandatangani bersama Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Sung Yun-mo, pada Jumat (18/12) di Seoul, Korsel.
“Cakupan perjanjian IK-CEPA cukup luas, yang menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini tentunya akan ikut mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia, mengingat Korea Selatan memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi,” ujar Agus.
Sementara itu, businesskorea menulis, LG Energy Solutions berencana meluncurkan proyek pengembangan baterai di Indonesia. Proyek lima tahun yang diinisiasi anak usaha LG Chem Ltd di bidang electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 10 triliun won atau setara Rp 128 triliun.
Menurut businesskorea, perusahaan dari grup raksasa Korsel itu akan membentuk konsorsium dengan empat perusahaan yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, yakni Mining Industry Indonesia, Antam, Pertamina, dan PLN. LG International juga akan ambil bagian dalam proyek tersebut. Menurut businesskorea, investasi kedua anak perusahaan LG Group dalam proyek tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun won atau lebih.[]
