PT PP pastikan terlibat dalam pembangunan infrastruktur di IKN
Dikatakan, perseroan menilai dengan makin melandainya pandemi COVID-19 maka berbagai pembangunan proyek infrastruktur darat dan air tahun ini bisa normal lagi.
Perseroan memiliki perolehan kontrak baru konstruksi dari adanya investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, yang dimiliki oleh perusahaan. Perolehan tersebut berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di kawasan tersebut.
Melalui investasi di KIT Batang, di tahun 2021 perusahaan memperoleh beberapa kontrak baru dari pengembangan kawasan tersebut, antara lain proyek pematangan lahan senilai Rp300 miliar, proyek pembangunan jalan kawasan senilai Rp350 miliar, proyek pembangunan IPAL sebesar Rp250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja senilai Rp150 miliar, dan pembangunan pabrik milik KCC Glass sebesar Rp900 miliar.
Tidak hanya berhenti sampai di situ, di tahun ini dan tahun mendatang, perseroan masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya.
Beberapa proyek infrastruktur yang juga dikerjakan perseroan antara lain tol Serpong-Balaraja, sejumlah bendungan air bersih, pengelolaan sampah, jalan akses Pelabuhan Patimban, serta sistem penyediaan air minum/SPAM.
