PT Pupuk Indonesia Optimalkan Digitalisasi Dorong Efisiensi Proses Bisnis
BUMNINC.COM I PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat digitalisasi dengan meluncurkan aplikasi Digital Fertilizer. Aplikasi ini digunakan untuk memonitor seluruh aspek kinerja pabrik.
Menurut Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman melalui keterangan resmi pada Sabtu (31/10/2020), aplikasi Digital Fertilizer dapat menunjang kinerja produksi seperti peningkatan efisiensi bahan baku dan biaya pemeliharaan, meningkatkan reliability serta menurunkan angka shutdown di pabrik.
Ia menjelaskan, penerapan Digital Fertilizer terdiri atas process monitoring, asset monitoring, reliability & maintenance dan digital asset. Aplikasi ini mampu memberikan informasi secara dini tingkat kesehatan peralatan pabrik sebagai dasar dalam rencana perbaikan yang diperlukan tiap pabrik.
Saat ini terdapat empat pabrik yang telah menjadi pilot plant dalam pengembangan program ini antara lain pabrik Pusri-IIB, Kujang-1B, PKT-5, dan PKG-1B.
“Pabrik ini dipilih karena dari segi teknologi memadai untuk dapat dilakukan digitalisasi dan 3 di antaranya merupakan pabrik baru yang kapasitasnya besar sehingga perlu dijaga keandalannya,” ujar Wijaya.
Aplikasi Digital Fertilizer merupakan upaya PT Pupuk Indonesia memperkuat digitalisasi dalam menjalankan operasional sehingga performa perusahaan tetap produktif dan adptif.
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat digitalisasi dalam menjalankan operasional guna menjaga performa perusahaan tetap produktif dan adaptif..
Optimalisasi digital perusahaan itu, sejalan dengan lima prioritas kerja Kementerian BUMN dalam 365 hari di bawah kepemimpinan Erick Thohir, antara lain meningkatkan nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta.


