PT Pupuk Indonesia Optimalkan Digitalisasi Dorong Efisiensi Proses Bisnis
Digitalisasi Proses Bisnis
Selain meluncurkan aplikasi Digital Fertilizer, PT Pupuk Indonesia juga giat mengimplementasikan digitalisasi dalam menjalankan proses bisnis. Misalnya dengan penerapan Single System Enterprise Resources Planning (ERP) SAP.
Implementasi ERP mencakup proses bisnis produksi, pemeliharaan, pemasaran, pengadaan, akuntansi, keuangan, hingga sumber daya manusia. Dengan sistem ini proses bisnis lebih terintegrasi satu dengan lainnya.
“Kami juga telah memaksimalkan penggunaan aplikasi Digital Office, Web Anggaran, E-Proc yang dapat diakses secara online dan paperless sehingga dapat mengurangi biaya,” jelas Wijaya.
Pengelolaan risiko di Pupuk Indonesia Grup pun dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan terintegrasi melalui sistem Pupuk Indonesia Risk Management Application (PRISMA). PRISMA menjadi sarana dalam melakukan proses identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko (Risk Control Self Assessment/RCSA) berbasis teknologi informasi.
PRISMA juga berfungsi sebagai dashboard bagi Manajemen Perusahaan untuk melakukan pemantauan terhadap pengelolaan risiko di Pupuk Indonesia Group serta untuk mendukung pengambilan keputusan.
Interaksi Pupuk Indonesia dengan stakeholder pun telah menggunakan Sistem Layanan Pelanggan Terintegrasi dan Whistle Blowing System. Hasilnya, tersedia sarana komunikasi dan informasi antara Pupuk Indonesia Grup dengan pelanggan, serta calon pelanggan, secara terintegrasi.
Tak hanya itu, sambung Wijaya, dalam mendukung tugas penyaluran pupuk bersubsidi, Perseroan juga telah mengembangkan aplikasi Web Commerce (WCM), Aplikasi Gudang (APG), dan Sistem Informasi Niaga (SIAGA).
SIAGA sendiri merupakan aplikasi berbasis web dan mobile yang menyajikan informasi penebusan dan stok pupuk subsidi yang diakses secara real-time dan akurat. []


