PT Timah-Densus 88 Waspadai Ancaman “Proxy War” Teroris di Penambangan
Menurut dia ancaman lain pada sektor pertambangan timah Bangka Belitung ialah menguasai dan menguras sumber kekayaan alam khususnya timah di Bangka Bektung dengan massiv, sebelum rakyatnya pintar dan kuaktas pendidikan masyarakatnya tinggi.
“Ada juga ancaman pendanaan asing terkait aktifitas penelitian tentang potensi-potensi konflik. Sebagai contoh adalah konflik kerusakan Ingkungan yang dilakukan oleh NGO Iingkungan yang didanai asing. Jika melihat pola yang terjadi justru aktifitas legal dan berorientasi pendapatan negara seperti PT Timah yang selalu menjadi sasaran justifikasi,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Dani, sebagai bagian dari BUMN yang memiliki tanggung jawab dalam wujud cinta dan refleksi bela negara, pihaknya harus dapat berjuang dengan berproduksi semaksimal mungkin, dimana sebagian dari hasil kerja keras tersebut akan dikembalikan lagi kepada negara dan masyarakat melalui pajak, royalti dan bantuan-bantuan sosial dan berbagai aspek.
Bahkan harus diakui hingga saat ini, komoditas timah masih menjadi komponen penting dalam pembentukan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung. PT Timah Tbk terus memacu diri untuk meningkatkan performa-nya dalam setiap aspek khususnya aspek produksi, sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.
“Oleh karena itu ancaman Proxy War ini tentunya harus kita sikapi sebagai sebuah desakan untuk kita dapat saing memperkuat di setap elemen negeri, sebagai entitas bisnis, penting bagi PT Timah Tbk untuk mendapatkan dukungan dalam berjuang memberikan pendapatan kepada negara dengan menjalankan kegiatan-kegiatan operasionalnya,” demikian Ahmad Dani Virsal.
