PTPN V Ciptakan Aplikasi Sawit Rakyat Online untuk Sasar Penjualan Bibit Sawit Unggul Ke Petani
BUMNINC.COM | PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V mulai melakukan penjualan bibit sawit unggul bersertifikasi melalui aplikasi ‘Sawit Rakyat Online’. Tahun ini, PTPN V menargetkan menjual 1,1 juta kepada masyarakat.
CEO PTPN V Jatmiko K. Santosa mengatakan bahwa persoalan ketersediaan bibit sawit menjadi atensi PTPN V.
“Dari 1,5 juta bibit yang kami siapkan, kami targetkan 1,1 juta bibit terjual kepada petani, baik petani plasma maupun petani sawit swadaya melalui aplikasi tersebut,” kata dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/2/2021).
Jatmiko memandang kendala bibit ilegitim (palsu) yang kerap melanda petani menjadi salah satu akar masalah dalam mengejar target pemerintah meningkatkan produktivitas sawit rakyat.
Untuk it, katanya aplikasi Sawit Rakyat Online yang dibuat oleh tim IT internal perusahaan dirancang untuk mudah di akses dan dipergunakan oleh petani ataupun calon petani kelapa sawit.
Aplikasi tersebut bisa diunduh di playstore ataupun laman web resmi perusahaan. Untuk registrasi dan pendaftarannya pun tidak memerlukan email (surat elektronik).
“Cukup nomer telpon. Kami rancang mudah dan sesederhana mungkin dalam penggunaannya. Kalau mau beli bibit, siapapun petaninya harganya sama di seluruh sentra yakni Rp 44.000 per bibit siap tanam. Tinggal pilih lokasi yang terdekat dengan pembeli,” kata Jatmiko, yang juga menjaga ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Riau.
Ia menguraikan aplikasi Sawit Rakyat Online juga menyediakan beragam informasi. Sejumlah fitur yang tersedia memudahkan petani untuk mencari tahu tentang bagaimana budi daya sawit yang baik dan lestari.
Diantaranya, info profil kebun-kebun plasma perusahaan, hingga ketersediaan feature tanya jawab yang memberikan kesempatan petani atau calon petani sawit untuk melakukan chat atau percakapan dengan ahli perkebunan dari PTPN V.
“Harapannya, kami dapat mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, dimulai dari bibit yang jelas dan berkapasitas,” beber Jatmiko.
