Rajawali Nusindo salurkan 98.600 paket pangan atasi kemiskinan ekstrem
Sementara itu di Sumatera, telah disalurkan bantuan sebanyak 18.896 paket di lima titik yaitu Jambi sebanyak 6.813 paket, Muara Jambi 1.777 paket, Bengkulu 5.485 paket, Bengkulu Utara 2.973 paket dan Bangka Tengah 1.938 paket.
Sedangkan di Kalimantan, bantuan disalurkan di tujuh titik yaitu Gunung Mas 268 paket, Kapuas 1.466 paket, Murung Raya sebanyak 468 paket, Kubu Raya sebanyak 1.262 paket, Melawi 302 paket, Mempawah 2.409 paket, dan Pontianak 5.791 paket.
Kemudian di wilayah Papua, bantuan disalurkan di empat titik yaitu Manokwari 460 paket, Kota Sorong 2.656 paket, Raja Ampat 103 paket, dan Sorong 387 paket.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga, utamanya beban pengeluaran pangan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat, khususnya yang berpendapatan rendah,” ucap Iskak.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Badan Pangan Nasional yang meminta adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kerawanan pangan dan krisis pangan, utamanya di tengah isu perubahan iklim seperti El Nino yang terjadi di beberapa daerah yang telah menghadapi kekeringan sehingga berdampak pada penurunan produksi pangan.
Sebelumnya, Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Budi Waryanto mengatakan bahwa cadangan pangan merupakan faktor kunci untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino.
“Oleh karena itu, sejumlah langkah strategis pun dilakukan pemerintah, untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan,” ujar Budi.
Upaya strategis tersebut berupa melanjutkan bantuan pangan beras yang sudah dilakukan pada tahap satu (Maret-Mei) sebesar 10 kilogram kepada 21.353 juta keluarga penerima manfaat (KPM), karena langkah ini bisa efektif mampu menekan inflasi.

