Rektor UI: Pembuatan Kebijakan Publik Harus Perhatikan Pihak Terkait
BUMNINC.COM I Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro menyatakan bahwa dalam pembuatan kebijakan publik, pemerintah harus memperhatikan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, seperti pembuat kebijakan birokrasi negara dan pihak yang terkena dampak kebijakan tersebut.
“Keduanya harus kompatibel sehingga hasil yang dimunculkan efektif. Itulah yang disebut sebagai dampak. Ini seperti hukum ‘supply and demand’. Jika keduanya sesuai, berarti efektif,” kata Ari Kuncoro dalam keterangannya diterima di Depok, Jawa Barat, Kamis.
Akan tetapi, Ari melihat dalam situasi saat ini dengan adanya geopolitik dan pandemi COVID-19, ada perubahan tingkah laku di masyarakat. Itulah yang menimbulkan komplikasi.
Oleh karena itu, selain penggunaan digitalisasi dan sistem elektronik, analisis juga diperlukan.
“Data yang terkumpul dianalisis, sehingga ketika ada pergantian pejabat, dia tidak memulai dari nol dan perbaikan bisa dilakukan terus-menerus. Ini harus dilakukan karena negara-negara maju melakukan itu,” kata mantan Dekan FEB UI tersebut.
Ari mencontohkan negara Korea dan China. Keduanya maju karena memiliki SDM yang mampu memanfaatkan informasi.
