Rugi Bersih WSBP Capai Rp 4,8 Triliun Tahun Lalu, Berikut Rinciannya
Beberapa pekan lalu, Corporate Communication Waskita Beton Siti Fathia Maisa mengungkapkan, akibat pandemi Covid-19 pun, sebabkan utilisasi perseroan pada 2020 hanya sekitar 795.400 dengan utilisasi pabrikan di level 21,5 persen.
Pandemi Covid-19 berefek pada anjloknya utilisasi pabrikan disebabkan oleh penundaan pengerjaan proyek eksisting maupun tender proyek baru
“[Penurunan utilisasi pabrikan] salah satunya juga dikarenakan penurunan anggaran pemerintah pada sektor infrastruktur yang berdampak ke sektor industri pracetak. Hal tersebut menyebabkan jumlah volume produksi pada 2020 menurun,” katanya .
Siti berujar penanganan melesatnya biaya produksi dilakukan dengan cara mengintegrasikan beberapa pabrik menjadi satu kendali manajemen. Strategi tersebut dijalankan oleh manajemen baru hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) 2020.
Sebagai informasi, WSBP membidik perolehan kontrak baru pada 2021 senilai Rp7,88 triliun. Nilai itu melalui pembagian persentase proyek internal 21 persen dan eksternal 79 persen.
Proyek-proyek tersebut berasal dari pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta proyek pemerintah.[]
