Strategi Hutama Karya Hadapi Kebuntuan Usaha di Sektor Karya
Sementara itu, bisnis properti menuntut ketersediaan lahan dalam jumlah besar. Karenanya, BUMN karya terpaksa menyediakan lahan tersebut menggunakan dana bersumber dari utang.
“Oleh karena itu mengakibatkan bunga yang tiap tahun, sehingga akan dikapitalisasi dalam harga properti tadi, sehingga properti yang dihasilkan akan memiliki HPP (Harga Pokok Produksi) yang tinggi. HPP ini akan berada jauh di atas daya beli masyarakat,” paparnya.
Terakhir, pengaruh pasar luar negeri yang memiliki perbedaan hukum dan budaya, sehingga BUMN karya harus berhati-hati masuk dalam pasar tersebut.
Dijelaskannya, proyek konstruksi memiliki karakter yang selalu berubah-ubah, sehingga terkadang menyebabkan terjadinya dispute antara penyedia jasa dan pengguna jasa, dimana pihak penyedia jasa kerap kali dirugikan.
Melalui kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Hutama Karya Aloysius Kiik Ro memaparkan BUMN karya telah menyusun sejumlah strategi untuk mengurangi beban keuangan mereka. Salah satunya adalah membentuk project management office (PMO) BUMN karya yang dikawal oleh Kementerian BUMN.
BUMN karya yang terlibat dalam PMO ini meliputi PT PP (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), dan PT Adhi Karya (Persero).
“Kami sepakat membentuk ini untuk membuat langkah perbaikan. Ini bukan baru saja, sebenarnya sudah terbentuk sejak Maret 2020 itu kami sudah mulai bekerja,” katanya.
