SWF Indonesia Dimodali Negara Rp 75 Triliun, Ini Strateginya Agar Makin Untung
BUMNINC.COM I SWF Indonesia dikabarkan akan bernama Indonesia Investment Authority (INA). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp 75 triliun.
Saat ini, kata Isa, pihaknya sudah menyusun strategi agar modal awal INA yang ditetapkan sebesar Rp 75 triliun tersebut merugi. Menurut Isa, “Pemerintah akan mengukur kerugian atau keuntungan LPI dalam jangka waktu beberapa tahun. Artinya apabila LPI mengalami kerugian, tidak diukur dari investasi yang berasal dari satu perusahaan saja,” tuturnya saat melakukan Media Briefing, Jumat (18/12/2020).
“Kita melihat horizon yang kita tentukan di Dewan Direktur LPI. Misalnya horizonnya 5 tahun, berapa yang hendak dicapai? Nah disitu memang mungkin ada yang untung besar, mungkin ada yang untung sedikit, rugi dan mungkin ada cut loss dan sebagainya,” tambah Isa.
Namun, lanjut dia, sebagai portofolio jangka lima tahun ini, pemerintah berharap akan mengusahakan portofolio tersebut untuk tetap untung.
Maka dari itu, menurut Isa penting untuk bisa memilih para anggota Dewan Direktur LPI yang profesional dan memiliki pengalaman yang mempunyai reputasi baik. Sehingga para Dewan Direktur ini akan menjadi garda terdepan untuk menempatkan investasi dari para investor.



