Tiga Dobrakan Ahok Sebagai Komisaris Utama Pertamina
BUMNINC.COM I Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selalu saja seru untuk dibahas. Mantan Gubernur DKI Jakarta keluar dari Rutan Mako Brimob pada 24 Januari 2019 usai menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari. Ia divonis pada 9 Mei 2017 dengan tuduhan melakukan penodaan agama.
Usai bebas murni, Ahok lebih memilih disapa BTP. Sekeluarnya dari penjara, aktivitas Ahok selalu menarik disimak. Apalagi ketika Menteri BUMN, Erick Thohir menunjuknya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada November 2019.
Pengangkatan Ahok ketika itu tentu mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Salah satu penolakan yang cukup kencang datang dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang menolaknya menjadi Komisaris Utama.
Menurut Erick, penunjukkan Ahok tak lepas dari sikap berani Ahok. Ia berharap Ahok bisa menjadi pendobrak bagi Pertamina. “Karena itulah kenapa kemarin kita juga ingin orang yang pendobrak, bukan pendobrak marah-marah, saya rasa pak Basuki berbeda, pak Ahok berbeda, kita perlu figur pendobrak supaya ini sesuai dengan target,” jelas Erick saat mengumumkan penunjukkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (22/11/2019).
