Tiga Dobrakan Ahok Sebagai Komisaris Utama Pertamina
- Kritik gaji petinggi Pertamina
Resmi menjadi Komisaris Utama Ahok langsung mengkritik buruknya tata kelola di Pertamina. Mulai dari gaji besar pejabat non job Pertamina, utang perusahaan yang membengkak, sampai soal penunjukan direksi dan komisaris.
Ia melihat, keputusan bisnis Pertamina sering kali tak masuk akal dalam kalkulasi bisnis, yang membuat perseroan harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar.
Ahok juga menemukan pejabat Pertamina yang sudah dicopot dari jabatan namun masih menerima gaji dengan besaran nilai yang sama.
- Hapus fasilitas kartu kredit
Nah, ini yang beberapa waktu belakangan sempat ramai. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada Senin (14/6/2021), ia mengusulkan agar fasilitas kartu kredit untuk dewan komisaris dan direksi Pertamina dihapus.
Menurutnya, penghapusan kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina, mengingat limit yang diberikan cukup besar. Ahok mengaku limit kartu kredit yang didapatkannya sebagai komisaris di Pertamina mencapai Rp 30 miliar.[]
