Tren Investasi, Investor Lokal Meningkat Catatkan Angka Bersejarah
BUMNINC.COM | Sejak pandemi, jumlah investor pemula melonjak sampai 100 persen. Mereka aktif membeli berbagai instrument investasi misalnya saham dan obligasi.
Catatan Bursa Efek Indonesi (BEI), jumlah investor signifikan selama masa pandemi Covid-19 per November 2020 lalu, mencapai 3,53 juta investor. Naik 3,8 kali lipat disbanding tahun 2016.
Lebih dari 70 persen investor tersebut, berada di rentang usia hingga 40 tahun. Dilihat dari sisi demografi, investor laki-laki paling dominan dengan 61,14 persen, pegawai swasta 52,91 persen, dam sarjana 44,40 persen.
Angka investor dalam negeri pun menjadi rekor sejarah dengan level tertinggi. Dimana, dari Rp3,491 triliun, angka kepemilikan saham yang tercatat di BEI yakni 50,44 persen milik investor retail domestik. Semetara saham kepemilikan asing 46,56 persen.
Sepanjang Januari Hingga oktober 2020, invetor retail mendominasi total trading value hingga 44,3 persen. Catatan itu disusul investor institusi domestik 21,7 persen dan investor institusi asing 34 persen.
Head of Marketing and Retail PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari mengungkapkan minat investasi masyarakat local di pasar modal meningkat signifikan, di masa pandemi.
Peningkatannya drastis dan diisi oleh kelompok milenial, berusia 20-30 tahun. Padahal sebelumnya kata Paramit, pasar modal di Indonesia didominasi oleh asing dan institusi besar. Ia pun meyakini kegiatan pasar modal kedepannya akan dibanjiri pemodal dalam negeri. “2021 kondisinya akan membaik,” katanya dikutip dari Majalah Tempo, Jum’at (22/1/2021).
Menurut Paramita, lonjakan angka investor lokal tersebut merupakan keadaan yang disebabkan oleh keberlimpahan waktu luang akibat pandemi. Sehingga, proses pencarian informasi seputar investasi dan saham mudah dilakukam.

