Unej Raih Juara Kedua Kompetisi TAM se-Indonesia dari Kemenkeu
“Kami berdua mengajukan usul agar Gedung Bawaslu menjadi pusat niaga dan ruang publik. Pengelolaan gedung itu memakai teknologi virtual reality dan augmented reality dengan sistem green building selaras dengan tren ramah lingkungan. Yang susah itu justru proyeksi pendapatannya,” katanya.
Langkah tim Unej ternyata berlanjut masuk ke babak final yang menyisakan tiga finalis bersama tim RSUP Sanglah Denpasar dan tim Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jawa Barat. Kali ini studi kasus yang diberikan adalah pengelolaan gedung A.A. Maramis milik Kemenkeu RI yang rencananya akan diubah menjadi museum.
Di babak final, ada tambahan dewan juri istimewa yang tampil yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menyebabkan pihaknya gemetar juga dicecar pertanyaan oleh dua menteri tersebut.
“Misalnya saja Pak Bas menanyakan bagaimana mengatasi problem pada pembangunan fasilitas milik negara, untungnya kami tepat menjawabnya. Akhirnya tim Unej meraih juara kedua, setelah juara pertama diraih oleh BPKAD Pemprov Jawa Barat,” katanya.
Wakil Rektor II Unej Sri Hernawati mengatakan pihaknya sebagai pengelola bidang keuangan dan umum di kampus setempat membuktikan kualitas sumber daya manusia pengelola aset di kampus Tegalboto sudah mumpuni.
“Semoga prestasi itu menjadi semangat bagi tenaga kependidikan kami yang bertugas mengelola barang milik negara. Dengan SDM yang mumpuni akan menjadi modal berharga bagi Unej yang kini tengah persiapan perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau PTNBH,” katanya.
