Wamenlu RI Dorong Kerja Sama Sektor Mineral Kritis Dengan Australia
Beberapa BUMN Indonesia juga telah melakukan investasi di Australia, termasuk kerja sama antara Mining Industry Indonesia (Mind ID) dengan perusahaan Australia BCI Minerals yang ditandatangani juga saat kunjungan Presiden Joko Widodo dalam rangka Annual Leaders’ Meeting pada awal Juli lalu.
“Saya berharap, Indonesia juga dapat menjadi hub yang menghubungkan Australia dengan negara lain, agar Indonesia dapat menjadi bagian dari supply chain industri masa depan,” jelas Pahala.
Pertemuan antara Wamenlu Pahala dan Menteri Ed Husic itu juga membahas implementasi proyek kerja sama iklim dan ketahanan pangan antar kedua negara.
Di bidang perubahan iklim, Wamenlu RI mendorong realisasi kerja sama penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage) di Arun, Aceh, sekaligus produksi dan distribusi hidrogen biru (blue hydrogen).
Lebih lanjut, Pahala juga mendorong kerja sama di bidang ketahanan pangan, termasuk ternak dan gula. Salah satu kerja sama yang dapat dikembangkan adalah riset pengembangan bioethanol.
Sementara itu, Menteri Industri dan Sains Australia menyampaikan bahwa Australia dan Indonesia memiliki ambisi yang sama, yaitu menurunkan emisi, meningkatkan lapangan kerja, dan menjadi powerhouse dalam manufaktur baterai.
Australia juga tengah menjajaki teknologi baterai lainnya yang lebih efisien, bukan hanya untuk kendaraan listrik namun juga untuk industri komersial jangka panjang.
Pertemuan dengan Menteri Industri dan Sains Australia itu merupakan pertemuan pertama di tingkat Menteri yang dilakukan oleh Pahala Mansury sejak menjabat sebagai Wamenlu RI.
Sejalan dengan fokus tugas yang diberikan kepada Wamenlu RI, pertemuan tersebut banyak membahas mengenai peningkatan kerja sama ekonomi strategis kedua negara.
