Wow, Asia Mengalahkan Amerika Utara Dalam Pertumbuhan Miliarder
Perbaikan kondisi ekonomi dan melonjaknya pasar saham tahun lalu memberikan keuntungan bagi orang kaya di seluruh dunia. Laju pertumbuhan kekayaan secara keseluruhan lebih dari tiga kali lipat dari 3,5% pada 2016 menjadi 12,9% pada tahun 2017.
Namun, kenaikan dramatis di Asia dipimpin oleh gelombang baru wirausahawan superkaya. Mereka memanfaatkan peluang yang berkembang di kawasan ini, khususnya di industri keuangan, manufaktur, dan teknologi.
Sebagian besar akumulasi kekayaan itu berasal dari China daratan, yang merupakan rumah bagi 26 dari 30 kota dengan pertumbuhan UHNW tertinggi dunia, begitu juga India dan Hong Kong, menurut laporan tersebut. Ketiga tempat itu mencatat peningkatan kekayaan 30% pada tahun 2017.
Tetapi proporsi yang signifikan juga datang dari tempat lain. Contohnya negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, dan Bangladesh. Memang, selama lima tahun terakhir, Bangladesh telah mencatat populasi sangat kaya yang tumbuh paling cepat dari negara manapun di dunia.
Akumulasi kekayaan tidak terbatas pada “orang superkaya” saja. Selama beberapa tahun ke depan, karena banyak negara Asia yang tumbuh dengan laju lebih cepat daripada ekonomi negara yang lebih maju, pertumbuhan kekayaan diperkirakan akan meningkat di seluruh demografi regional, khususnya kelas menengah.
Saat ini, kelas menengah Asia berjumlah sekitar 525 juta orang, atau 28% dari populasi kelas menengah di dunia, menurut laporan “Imagining Asia 2020” oleh bank DBS. Pada dekade berikutnya kelompok itu diperkirakan akan berkembang lebih dari tiga kali lipat menjadi 1,74 miliar orang.
“Itu akan menjadi sekitar setengah dari populasi kelas menengah di dunia pada tahun 2020,” kata laporan itu.[]
