Holding PTPN III Alihkan Fokus ke 4 Komoditas Ini
BUMNINC.COM | PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding, tengah merumuskan road map untuk fokus pada empat komoditas, yakni kelapa sawit (kecukupan energi), gula, karet dan teh.
“Ditambah juga sedikit fokus ke komoditas kopi,” kata Direktur Utama PTPN III Holding, Mohammad Abdul Ghani dikutip dari Kontan, pada Selasa (2/2/2021).
Untuk komoditas kelapa sawit dan teh, saat ini alami peningkatan kinerja hingga Desember 2020 dari sisi operasional maupun keuangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tercatat terdapat kenaikan produksi komoditas utama yaitu, CPO naik menjadi sebesar 2,38 juta ton, produksi karet naik sebesar 159 ribu ton, dan produksi teh naik sebesar 54,7 ribu ton,” katanya.
Ia menjelaskan, dari sisi Keuangan, jumlah aset meningkat sebesar 132 triliun atau tumbuh 3,8%, sedangkan revenue perseroan mencapai Rp 39,6 triliun atau tumbuh 11,6% dan ekuitas meningkat 9,8% menjadi Rp 54,6 triliun.
Selain itu, dalam periode Desember 2020 juga mencatatkan kenaikan EBITDA menjadi Rp 6,5 triliun atau naik 59,2% dibanding periode sama tahun lalu dan terjadi penurunan rugi perseroan (net loss) cukup signifikan. “Sehingga jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sehingga hal ini menunjukkan ada perbaikan kinerja dari sisi keuangan,” katanya.
Menurut Ghani, perbaikan kinerja keuangan akan menjadi kunci penting keberhasilan transformasi bisnis karena bisa memastikan keberlanjutan PTPN Group ke depannya. Sementara itu, jika melihat di tahun 2020 dengan kenaikan EBITDA sekitar Rp 6,5 triliun, PTPN III tidak lagi menggunakan dana bank untuk melakukan investasi.
“Sejak tahun 2020 PTPN tidak lagi menggunakan dana bank untuk investasi, kita menggunakan dana sendiri. Karena apabila perusahaan dikelola dengan benar maka tidak ada istilahnya PTPN itu rugi dan mestinya harus untung,” ujar Ghani.
Sehingga, dengan adanya keuntungan korporasi tentunya dapat digunakan untuk melakukan dividen, cadangan modal untuk aksi korporasi serta untuk melakukan investasi.
“Untuk rencana-rencana bisnis kedepan kita akan menggunakan dana sendiri. Adapun untuk dana pemerintah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp 4 triliun ini akan digunakan untuk memperkuat komoditi gula,” imbuhnya.
Ia mengatakan, komoditas gula menjadi fokus utama PTPN III dalam lima tahun kedepan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan meningkatkan produktivitas gula di dalam negeri.
Sementara di sektor komoditas gula, diketahui saat ini areal kebun tebu PTPN mencapai 55.000 hektare. Adapun hingga lima tahun ke depan targetnya PTPN bisa meluaskan areal budidaya menjadi 2 kali lipat.
Ghani mengungkap, perseroan akan memperluas lahan industri gula dengan cara kebun-kebun karet PTPN di Jawa yang akan di konversi, membantu masyarakat untuk menanam dan mengelola bibit tebu hingga pemberian kredit pada petani-petani.
