Begini Bocoran Strategi Ketahanan Pangan dari Dirut RNI
BUMNINC.COM | Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi, beri bocoran rencana RNI kedepan dalam upaya menciptakan ketahanan pangan di Indonesia, menjelang diresmikannya holding BUMN Pangan.
Aief memaparkan, ke depan itu peran BUMN klaster pangan akan lebih signifikan. Menurutnya, kontribusi ke depan dengan plan yang ada melalui RJPP RNI yakin mendapatkan market share yang lebih tinggi.
Hal itu dipercaya akan meningkatkan dampak terhadap peningkatan pangan nasional akan lebih tinggi.
“Kita semua di klaster pangan punya tugas mulia. Kita bekerja professional di bidang pangan, yang padahal impaknya dasyat untuk masyarakat,” ungkapnya dalam FGD bertajuk Urgensi Ketahanan Pangan Di Indonesia, pada Kamis (18/2/2021).
Meskipun Arief mengakui saat ini kontribusi RNI dalam bidang pangan belum terlalu besar. Misalnya untuk komoditas gula nasional RNI hanya berkontribusi sebesar 12 persen. Sedangkan, untuk yang terendah diantaranya komoditas beras dan perikanan yang rata-rata dibawah 1 persen.
Ia meyakini ke depan akan tercipta kebangkitan kembali di sektor pangan. Dengan strategi yang sudah direncanakan RNI Bersama stakeholder terkait.
“Buat informasi, kemarin meeting dengan Menteri Pertanian berharap banyak dengan pertani dan lainnya,” katanya.
Langkah yang akan ditempuh RNI dalam menciptakan ketahanan pangan diantaranya menerapkan intergrasi yang baik antara hulu dan hilir. Bisa melalui sistem inclusive closed loop.
Diketahui, dalam sistem inclusive closed loop, ada empat unsur utama, yaitu Petani mendapat akses untuk membeli bibit dan pupuk yang benar.
Pendampingan kepada petani untuk menerapkan good practice agriculture. Kemudian, kemudahan akses pemberian kredit dari lembaga keuangan dan jaminan pembelian hasil petani oleh perusahaan pembina (off taker).
Saat ini pun, sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan holding pangan dalam mengurangi permasalahan pangan termasuk harga. Diantaranya, PT Berdikari tengah menyiapkan produksi ayam sampai ke final stock.








