Berikut Keuntungan Bisnis Perikanan Pasca Merger Perindo dan Perinus
Sementara, Sekretaris Perusahaan Perum Perindo Boyke Andreas menambahkan sektor perdagangan ikan punya peluang pasar yang besar.
Menurutnya, secara umum kondisi sektor pangan Indonesia mengalami peningkatan posisi peringkat pada Global Food Security Index. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan ketahanan pangan nasional.
“Salah satu kontribusinya adalah pada peningkatan konsumsi pangan berbahan Ikan yang diproyeksikan akan tumbuh hampir 2 kg per kapita dari 39,0 kg per kapita menjadi 40,9 kg per kapita,” kata Boyke.
Menurut Boyke, angka ini lebih tinggi dari proyeksi peningkatan konsumsi pangan berbahan daging. Rinciannya, konsumsi pangan daging unggas hanya tumbuh 0,8 kg per kapita sedangkan daging sapi 0,2 kg perkapita.
Dengan bersatunya dua BUMN ini, bisnis perikanan diklaim akan semakin kuat karena bisnis Perindo dan Perinus saling melengkapi mulai hulu ke hilir. Mulai dari bisnis kepelabuhan, penangkapan ikan, perdagangan ikan, budidaya hingga wisata perikanan atau aqua tourism.[]




