Berikut Rencana Konsorsium Fungsikan Bandara Hang Nadim
Hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia, seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya.
Selain itu, Bandara Hang Nadim juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke Tiongkok, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.
Sektor kargo dan logistik merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki potensi pertumbuhan, baik pada masa pandemi maupun pascapandemi. Sebagai informasi, walaupun diterpa pandemi, trafik kargo dan logistik udara pada 2020 di bandara Angkasa Pura I tetap mengalami pertumbuhan positif dibanding trafik penumpang yang turun drastis hingga sekitar 60 persen.
Trafik kargo di 15 bandara Angkasa Pura I pada 2020 masih tumbuh secara total sebesar 2,09 persen dibanding 2019. Pada 2020, Angkasa Pura I mencatat trafik kargo sebesar 436.048.080 kg, sedangkan trafik kargo pada 2019 sebesar 427.135.421 kg. Pada 2021 ini, Angkasa Pura I memprediksi trafik kargo dapat tumbuh sebesar 2,12 persen menjadi 445.300.000 kg.
Selain kargo, bandara ini akan meningkatkan trafik penerbangan internasional, karena IIAC memiliki kekuatan mendorong pemasaran rute internasional bagi penumpang (maupun kargo) dari Asia dan Eropa. Bandara Hang Nadim akan menjadi portofolio bandara di Indonesia yang juga akan melayani penumpang internasional dengan tujuan wisata.
