BRI Salurkan Kredit Mikro Rp 161 Triliun ke Sektor Pertanian
Selama masa pandemi covid-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tidak menyurutkan BRI semakin meningkatkan kontribusinya ke sektor pertanian. Supari mengungkapkan, sector pertanian menjadi salah satusektorpertumbuhan BRI di masa pandemi. Karena itu, seluruh infrastruktur yang relevan dilakukan penataan kembali untuk semakin dapat member ruang akses kepada pelaku usaha mikro sektor pertanian.
Upaya itu, diwujudkan dengan mendekatkan 28 ribu mantra sebagai ujung tombak pemberdayaan BRI pada ekosistem desa. Selain itu, peningkatan berbagai program pemberdayaanklaster yang meliputi literasi dasar, bisnis dan digital. Ada 10 ribu klaster dan 4.700 klaster diantaranya adalah klaster pertanian.
Supari menyoroti dalam kondisi pandemic terdapat fenomena terjadinya perubahan postur pertumbuhan sektoral yang sebelumnya didominasi sektor perdagangan bergeser ke sektor yang lain, terutama sektor pertanian.
Ia menambahkan selama masa pandemi, sektor pertanian terbukti bertahan dan justru mengalami pertumbuhan yang signifikan. “Perseroan memiliki komitmen untuk terus mendorong peningkatan produksi sektor pertanian melalui pembiayaan dan pemberdayaan kepada pelaku usaha di bidang pertanian,”ujarnya.
Disamping mengubah postur pertumbuhan sektoral, juga terdapat indikasi berdampak kepada perubahan landscape kapasitas produksi, dalam pendekatan pembiayaan, antara Jawa dan luar Jawa. Pulau Jawa terindikasi semakin kuat dengan intensifikasinya sedangkan luar Pulau Jawa terdapat perluasan sentra-sentra produksi pertanian.

