Bukan Cuma Modal, UMKM Bisa Bangkit dengan Inovasi
Untuk menguatkan kontribusinya dalam mengembangkan pelaku UMKM, Pemkot Surabaya pun berkolaborasi dengan swasta. Caranya berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan membentuk asosiasi untuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibilty (CSR).
Dari data Enciety Business Consul, cara penguatan UMKM, yaitu dengan terus difasilitasi lewat pelatihan, pameran, bazar baik secara tatap muka maupun dalam jaringan , terutama sejak pandemi Covid-19 menerjang, dan hingga kini nyaris tak pernah berhenti.
Jika pelaku UMKM yang hanya memiliki kemampuan produksi barang, kini mudah sekali melakukan transformasi bisnis seperti membuat strategi perencanaan dan distribusi. Produk dan kemasan pun terus mengikuti selera pasar termasuk promosi dengan gencar dan inovatif lewat media sosial. Maka pelaku UMKM yang awalnya sebagai mesin kedua penghasilan keluarga, kini rata-rata menjadi sumber utama ekonomi keluarga.
Pengembangan produk dan usaha pelaku UMKM kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayanti terus bergulir, meski polanya kini semuanya berlangsung secara online atau dalam jaringan.
Selama 10 tahun Pemkot Surabaya memfasilitasi pelaku usaha dari minus sampai tersohor hingga ke luar negeri. Total kini mencapai 9.500 UMKM di kota ini. Namun, memang tidak semua tetap aktif mengikuti berbagai pelatihan setelah merasa bisa secara mandiri.
Menurut Wiwiek, UMKM yang masih dibina dan didampingi mentor yang disediakan Pemkot Surabaya terus meningkat jumlahnya, bahkan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadi pembinaan terhadap UMKM dilakukan oleh beberapa SKPD antara lain Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
Khusus Dinas Perdagangan membina dan mendampingi 2.000 UKM dari total 12.000 UMKM. Dari jumlah itu 400 diantaranya sudah mandiri dalam hal modal dan pemasaran. []
