BUMN Akan Dibantu Pihak Swasta dalam Salurkan Vaksin Mandiri untuk 75 Juta Orang
Setelah pemerintah berhasil mendatangkan 1,2 juta vaksin dari Sinovac, pemerintah sedang menunggu vaksin sebanyak 1,8 juta dosis pada Januari 2021. Selain itu masih ada 15 juta dosis lagi sebagai bahan baku untuk diproduksi di Bio Farma untuk Januari 2021.
Proses pengadaan vaksin dilakukan berdasarkan Perpres 99 Tahun 2020 jelas domain tertinggi vaksinasi ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Karena itu Kemenkes juga yang akan memutuskan sudah jenis-jenis vaksin yang bisa diadakan untuk tahap awal.
“Insya Allah nanti di bulan januari ada vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri yang nanti jumlahnya akan ditetapkan dari Kemenkes,” ucap Erick.
Ia menjelaskan, mengenai 1,2 juta vaksin dari Sinovac, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga dilibatkan dalam uji klinis vaksin tersebut. Vaksin baru bisa disalurkan ketika sudah sudah mendapatkan emergency use authorization (EUA) dari BPOM.
Prioritas pemberian vakisn adalah dokter, perawat, TNI-Polri termasuk pegawai pemerintahan. di mana salah satunya melihat hasil uji klinis yang ada di Brazil dan negara-negara lain yang berhasil, ditambah hasil uji klinis III di Bandung. Prioritas pemberian vaksin adalah dokter, perawat, TNI- Polri termasuk pegawai pemerintahan.[]
