BUMN dan Upaya Penurunan Impor
Upaya untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) juga bisa dilakukan kalau upaya membangun fasilitas new oil refinery bisa terwujud. Saat ini oil refinary yang berjalan efektif hanya tinggal di Balikpapan, Balongan, dan Cilacap dimana pembangunan terakhir dilaksanakan sudah hampir 20 tahun lalu.
Dalam Refinery Development Master Plan (RDMP) sudah disebutkan rencana pembangunan oil refinary yang baru namun sampai saat ini belum terwujud.
Demikian juga sektor pangan masih impor tinggi seperti gandum, gula, bawang putih, kedelai, dan beras. Hal ini cukup ironis karena Indonesia memiliki lahan pertanian yang relatif masih luas namun belum optimal. Upaya meningkatkan produktivitas BUMN sektor pangan memerlukan kerja keras.
Masalah yang dihadapi holding PTPN misalnya terkait masalah struktural di on farm dan off farm. Di sektor on farm misalnya upaya regenerasi tanaman komoditas sebagian mengalami kendala sehingga mempengaruhi produktivitas. Sementara disisi off farm terkendala dengan fasilitas pabrik tua, misalnya di industri gula yang menyebabkan produktivitas rendah.
Upaya membangun holding pangan yang dipimpin RNI dengan anggota SHS, PPI, Perindo, PT Garam diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan di lokal dengan lebih baik. Namun kita harus jujur bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan holding pangan ini. Kata kuncinya kebutuhan transformasi organisasi dan revitalisasi rencana bisnis harus segera dilaksanakan.
