Meski Kompor Menyala Warteg Sebetulnya Harapkan Bantuan
BUMNINC.COM | Pandemi Covid-19 yang belum kunjung tertangani dengan baik membuat banyak warteg kesulitan membayar biaya sewa. Menurut Komunitas Warteg Nusantara, jumlahnya mencapai ribuan tersebar di Jabodetabek.
Ketua Komunitas Warteg Nusantara Mukroni mengatakan, omzet warteg makin turun, sedangkan biaya sewa tetap seperti situasi normal. Mau tidak mau sebagian pemilik menutup usaha supaya tidak terus merugi.
”Pemerintah perlu memberi stimulus permodalan supaya bisa perpanjang kontrak dan modal untuk operasional,” kata Mukroni dikutip dari Kompas, pada Sabtu (23/1/2021).
Sebagian pemilik warteg berupaya dengan mengajukan pinjaman ke bank. Akan tetapi, ada kendala restrukturisasi kredit. ”Pemilik warteg kena kredit macet sehingga tidak boleh pinjam lagi. Padahal, mereka butuh modal pinjaman,” ucapnya.
Di sela-sela melayani pelanggan, Anisa (38), pemilik warteg, menyebutkan bahwa pemasukan belum juga membaik selama sepuluh bulan pandemi Covi-19. Salah satunya karena pembatasan aktivitas warga untuk menekan laju penularan virus.
”Masih ada karyawan yang makan meskipun tidak banyak. Anak-anak indekos juga tidak banyak ke sini. Pemasukan berkurang sampai 50 persen,” ucap Anisa.
