Dirut Jasa Raharja Bicara Pentingnya CEO dan Brand, Komunikasi hingga Transformasi Digital
Di sisi lain, kata Rivan, CEO harus bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menentukan arah kebijakan perusahaan. Ketika mendapat penugasan memimpin Jasa Raharja, Rivan langsung mengusulkan membentuk grup bagi media agar dapat mengkomunikasikan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah.
“Ini yang dirasakan bahwa ternyata dalam perkembangan Lebaran terakhir pun kita mengkomunikasikan bahwa nanti akan ganjil-genap, kapan itu contra flow, supaya masyarakat tidak dijebak, dan PR itu dibantu semua tim Humas Korlantas Polri,” ujar Rivan.
Dengan semua itu, kata Rivan, maka angka kecelakaan menurun 31%, persentase santunan kematian juga menurun hingga 48%. Sesuai dengan prediksi yang ditetapkan, sebanyak 80% kecelakaan tidak terjadi di jalan tol, jalan utama, dan jalan lintas nasional.
“(Kecelakaan) di tempat wisata, di tempat menjelang rumah. Jadi memang scope yang tidak dalam skala perhatian nasional,” kata Rivan lagi.
Di samping itu, kata Rivan, Jasa Raharja juga ikut mengikuti perkembangan teknologi digital. Karena itu, Jasa Raharja melakukan transformasi digital dalam hal input data klaim/santunan yang bisa langsung terhubung dari laporan kecelakaan dari polisi-rumah sakit-Jasa Raharja.
Dengan demikian, kata Rivan, pelayanan yang dilakukan Jasa Raharja berubah adanya transformasi digital tersebut. “Pembayarannya maksimal 14 hari. Lebih cepat dari asuransi manapun. Ini kalau tidak dibuat stakeholder komunikasi atau stakeholder manajemen yang baik, maka kita juga tidak punya forum komunikasi yang bisa dibuat dengan baik,” tuturnya.
