Duit Asabri Raib Rp 17 Triliun, Tanri Abeng Ungkap Penyebabnya
Tanri pun bilang, saat ini, perusahaan asuransi tersebut memiliki banyak pengawas internal dari berbagai institusi yang berbeda, mulai dari Kementerian Pertahanan, Polri, Kementerian Keuangan, hingga internal Asabri.
“Harusnya tidak terlalu banyak dewan pengawas, akuntabilitas jadi tidak fokus. Sangat disayangkan banyak pengawas tapi itu tidak berfungsi,” katanya.
Ia merekomendasikan beberapa hal untuk membenahi Asabri. Pertama, menempatkan anggota direksi yang memiliki keahlian dalam investasi, punya integritas dan kecerdasan.
Kedua, Dewan Komisaris melakukan pengawasan. Ketiga, untuk bisnis asuransi, audit tidak menunggu setiap tahun, melainkan secara berkala setiap bulan.
“Itu yang harus dilakukan. Juga pengawasan dari OJK, untuk orang yang jadi pengurus, mestinya harus lulus dari fit and proper dari OJK,” kata mantan Komisaris Utama PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Pertamina (Persero) ini.[]


