Ekonom Mewanti-wanti Pemerintah Jika Muhammadiyah Menarik Dana dari Bank Syariah Indonesia
BUMNINC.COM I Ekonom Indef Nailul Huda mewanti-wanti pemerintah tentang rencana penarikan dana Muhammadiyah yang mencapai 15 Triliun. Menurutnya, jika hal tersebut terjadi bisa merusak nama baik PT Bank Syariah Indonesia, hasil merger bank pelat merah, yakni BRISyariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah.
“Kita tahu Muhammadiyah merupakan salah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Absennya Muhammdiyah dalam pengembangan BSI merupakan kerugian tersendiri,” kata Huda di Jakarta, Rabu (23/12/2020).
Huda menjelaskan, meski secara finansial mungkin tidak seberapa namun secara non-finansial akan merugikan. Pasanya, sikap Muhammadiyah bisa memicu sikap serupa pihak lain.
“Malah bisa jadi sikap PP Muhammadiyah akan ditiru oleh kader-kader di bawahnya,” sambung Huda.
Diketahui, rencana penarikan dana Muhammadiyah di Bank Syariah Indonesia (BSI) terus bergulir. Rencana penarikan dana itu bergulir ketika pemerintah melakukan merger terhadap tiga bank syariah BUMN. Rencana penarikan dana itu mencuat lantaran pihak Muhammadiyah memandang bahwa bank hasil merger sangat tidak terlalu bermanfaat untuk umat dan UMKM.
Namun demikian, dia meyakini dana hasil penarikan dari BSI akan ditempatkan di bank syariah lainnya, seperti ke Bank muamalat.




