Erick Thohir Apresiasi ‘Link and Match’ Perguruan Tinggi dan Perusahaan BUMN
Untuk menghadapi era disrupsi ini, Erick pun menginginkan para generasi muda di BUMN memiliki talenta digital. Alasannya, perlu adanya inovasi untuk menghadapi knowledge based economy, di mana pertumbuhan itu karena hasil dari manusianya, bukan sekedar dari sumber daya atau market yang besar.
“Jadi saya berharap para milenial menjaga fondasi talenta digital BUMN. Saat ini talenta digidal baru 1 persen. Padahal kita mau 20 persen. Inovasi adalah sebuah keharusan yang terjadi,” kata Erick.
Selain melakukan rekrutmen, Erick menyatakan, pihaknya juga mendorong perusahan-perusahaan BUMN membuat program-program yang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Kita juga mendorong melalui perusahaan bumn, program-programnya membuka lapangan kerja. Kalau berdasarkan data Covid-19 menyebabkan 1,2 juta pekerjaan hilang. BUMN dan perusaahaan BUMN dari transformasi BRI, pengadaian, PNM yang kita konsolidasikan melalui program PNM mekarnya bisa menumbuhkan 7,1 juta pekerjaan di desa-desa. Ini karena sinergitas dan ekosistem yang dibangun kementerian BUMN melalui perusahaan-perusahaan BUMN,” tutur Erick.
“Jadi tidak hanya rekrutmen di BUMN, tapi yang terpenting program-progam BUMN menciptakan ekosistem dan membuka lapangan kerja. Itu jauh lebih banyak dari perekrutan ini,” pungkasnya.
