Erick Thohir Dukung Penuh Program Banjar Creative Space di Bali
BUMNINC.COM I Banjar Creative Space (BCS) mensinergikan banjar-banjar di Bali agar dapat terus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang direlevansi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Kali ini (27/12) Menteri BUMN Erick Thohir kembali ke Bali dan hadir di Banjar Creative Space untuk bercerita progres sekaligus hadir bagi Bali secara keseluruhan. Terutama dengan terus berkontribusi melalui berbagai program dan aktivasi untuk mengiringi serta memperkuat langkah Bali menuju masa depan yang penuh tantangan sekaligus kesempatan untuk lebih maju.
“Saya berharap, inisiasi Banjar Creative Space yang juga didukung oleh Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dapat memperkuat SDM Bali yang lebih berorientasi pada transformasi teknologi dan digitalisasi. Agar kemajuan SDM juga sejalan dengan ekosistem dan infrastruktur seperti pelabuhan, tourism hub, serta infrastruktur lainnya, yang terus dibangun oleh Pemerintah,” tutur Menteri BUMN Erick Thohir.
“Dari 1.493 desa adat, terdapat 4.600 bale banjar yang bangunannya sangat baik, dan bahkan telah dipasangi WiFi oleh Pemerintah. Jadi hampir seluruh desa di Bali sudah tercover oleh WiFi. Kita berada pada pusat episentrum daripada Bali. Ini merupakan momentum yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan dari kreativitas pemuda-pemudi atau Yowana-yowana dan kerja keras dari Bapak Menteri (Erick Thohir) khususnya saya harapkan ke depan Bali akan bisa tampil tidak saja sebagaimana sebelumnya dengan pola-pola tapi juga mengikuti perkembangan zaman sekarang dan teknologi digital. Terima kasih, Bapak Menteri, mudah-mudahan Bapak Menteri menginspirasi kita semua untuk menjadikan Ubud ini sebagai hub untuk perubahan di Bali khususnya,” tutur Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati.
Pertemuan bersama Erick Thohir di Banjar Taman Kelod, Ubud, sebagai satu di antara Banjar yang tergabung dalam jejaring Banjar Creative Space ini, turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati – Koordinator Staf Khusus Presiden, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana – Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati – Ketua Umum ICCN, Fiki Satari – CEO Bali Initiative Hub (BITHUB), Ida Bagus Agung Gunarthawa – Founder & Ketua STMIK Primakara, Made Artana – Tokoh Puri Agung Ubud – Founder Ubud Writers & Readers Festival, Janet DeNeefe, Rudolf Dethu, Komunitas Kreatif Banjar, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Banjar Creative Space (BCS) merupakan inisiasi bersama BITHUB (Bali Initiative Hub), Indonesia Creative Cities Network (ICCN), STIMIK Primakara, serta stakeholder lainnya. BCS dirancang menjadi strategi pengembangan potensi berbasis masyarakat Bali yang simpul utamanya berada di Banjar-banjar.
Erick Thohir senantiasa mengingatkan juga relevansi mengenai adanya 3 (tiga) tantangan global yang dihadapi oleh Indonesia, yaitu; Pasar Global; Disrupsi Digital; dan Disrupsi Kesehatan akibat pandemi ini. Solusi-solusi sudah harus dikerjakan dari sekarang, sebagai fondasi kekuatan Indonesia, sebagaimana telah terus berprogres di Bali. Selain mendorong kemajuan jejaring komunitas kreatif Banjar Creative Space, Erick Thohir juga di antaranya menekankan pembangunan infrastruktur besar seperti Pelabuhan Benoa Pelindo, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH); memberi jaminan pasti untuk UMKM dapat terus menjalankan usaha di tengah kondisi pandemi dengan KUR Himbara; membuka kesempatan UMKM menjadi Mitra BUMN melalui program PaDI UMKM; mendukung usaha para perempuan Bali dan membuka lapangan kerja melalui program MEKAAR; memberi bantuan bagi para petani melalui program MAKMUR; membuka kesempatan bagi masyarakat Bali untuk jadi juragan Pertamina melalui program Pertashop; serta membangun KEK Kesehatan Sanur dengan standardisasi internasional sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan kesehatan di Bali.
