Euphoria IPO Unicorn; Bagaimana Nasib IPO BUMN ?
BUMNINC.COM I Kabar meledaknya permintaan akan penawaran saham Bukalapak (BUKA) di pasar modal Indonesia meruyak pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi oversubscribed BUKA ini diperkirakan akan membuat calon emiten untuk mematok harga initial public offering ( IPO) pada kisaran harga tertinggi yaitu Rp 850 per lembar saham. Diprediksi emisi saham ini akan menembus nilai IPO sebesar Rp 22 triliun. Ini akan menjadi rekor baru dalam pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Rencana IPO BUKA segera disambut dengan rencana Unicorn lain yaitu kelompok GoTo untuk melantai di bursa efek Indonesia (BEI). GoTo adalah entitas baru hasil merger Gojek dan Tokopedia. Menurut laporan BEI, diperkirakan proses IPO GoTo juga bisa dilaksanakan pada semester dua tahun 2021 ini. JP Morgan memperkirakan nilai valuasi GoTo bisa mencapai US$ 18 milia. Diperkirakan GoTo akan dual listing di BEI dan juga di bursa NASDAQ Amerika Serikat.
Pihak BEI memperkirakan apabila ada sekitar 6 unicorn yang akan melantai di bursa maka diperkirakan bisa meraup nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 553 triliun. Saat ini, ada enam unicorn yang berasal dari Indonesia, yaitu GoTo, Traveloka, Bukalapak, OVO, JD.ID, dan J&T Express. Bisa dibayangkan makin tingginya likuiditas BEI dan ini tentu memberikan efek positif bagi investor.
Euphoria dari IPO perusahaan startup teknologi ini sebetulnya bukan hal aneh kalau kita melihat apa yang sudah dilakukan pemain pada industri sejenis. Sebagai contoh SEA (induk dari Shopee) asal Singapura telah listing di New York Stock Exchange pada akhir 2020 dengan meraup nilai kapitalisasi sebesar US 3 miliar. Model IPO dengan menggunakan cara Special Purpose Acquisition Company (SPAC) disambut meriah investor karena menjadi perusahaan rintisan teknologi pertama asal Asia Tenggara yang listed disana. Pesan pertumbuhan yang terus melesat menjadi daya tarik sendiri.
Demikian pula dengan cerita IPO startups asal Korea Selatan Coupang yang IPO di NYSE dan mampu meraih dana sebesar US 4.6 milyar . Startup yang diberi julukan julukan sebagai “ Amazon of South Korea” ini bergerak di sector delivery dengan produk unggulan disebut “rocket delivery”. IPO Coupang mendapat dukungan sepenuhnya dari Softbank sebagai salah satu pemegang saham utama.
